share/bookmark

KENAPA BERCADAR, WAJAH KAN BUKAN AURAT


“Aurat wanita merdeka terhadap laki-laki asing, yakni yang bukan mahramnya, ialah seluruh tubuhnya selain wajah dan telapak tangan. Adapun selain itu bukanlah aurat.”
Kalimat tersebutlah yang sering saya dengar dari guru sekolah saya waktu kecil dulu. Namun saya bingung kenapa ada mereka(muslimah) yang bercadar. Wajah kan bukan aurat, tidak wajib di tutupi. Ternyata alasannya begini....................

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak daripadanya.” (an-Nur: 31 )
Kalau wajah merupakan asal dari perhiasan dan sumber keindahan serta fitnah maka menutup wajah dari laki-laki yang bukan mahrom adalah besifat dhorury. Sebagian ulama' ada yang mengatakan bahwa wajah tidak termasuk aurat. Dengan persyaratan, di wajah tidak ada sesuatu yang menghiasnya, seperti bedak, lipstik dan lain sebagainya. Selain itu, mereka mensyaratkan harus aman dari fitnah. Kalau tidak aman dari fitnah maka membuka penutup wajah hukumnya haram.
 

Ternyata ada beberapa alasan kenapa mereka bercadar, menurut ulama :

1. Ibnu az-Zauzi dalam menafsirkan ayat يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ beliau berkata, perempuan harus menutup kepala dan wajahnya, agar dapat diketahui bahwa dia orang merdeka. Sementara Ibnu Qotiyah menambah, yang dimaksud dengan kata jalabihinna itu adalah pakean gamis.
2. Abu Hayyan bependapat, ayat يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ Mencakup terhadap semua anggota badan perempuan, semantara kata alaihinna, maksudnya wajah-wajah mereka karena pada zaman zahiliyah perempuan selalu menampakkan wajahnya.
3. Abu Suud berkata, jilbab adalah pakean yang lebih besar dari penutup kepala, yang mana perempuan melingkarkan di kepalanya dan membiarkan terurai sampai ke dadanya. Sementara makna ayat يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ adalah perempuan menutup wajah dan badannya apabila keluar rumah. Imam Saddi menambah, perempuan menutup salah satu kedua matanya dan dahinya. Dan membiarkan salah satu mata yang lain terbuka.
4. Abu Bakar ar-Razi saat membahas ayat يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ beliau berkata, ayat tersebut menujukkan bahwa perempuan yang masih muda diperintahkan menutup wajahnya dari laki-laki yang bukan muhrim, dan menjaga keiffahannya ketika keluar rumah agar orang-orang tidak tergoda dengan kecantikannya.
5. Imam Subky dalam tafsir jalalain mengatakan, jilbab adalah pakean yang dapat menutup semua anggota badan perempuan. sementara Ibnu Abbas menjelaskan dengan lebih luas, perempuan muslim diperintahkan untuk menutup kepala dan wajahnya dengan jilbab kecuali salah satu matanya agar dapat diketahui kalau mereka adalah perempuan merdeka.


0 Responses So Far:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Okibhayo's SPONSOR